3. KA Commuter Line Walahar
Beroperasi pada relasi Purwakarta – Cikarang, layanan ini mendukung mobilitas masyarakat lintas kabupaten dari Purwakarta menuju kawasan Bekasi dan sebaliknya, sekaligus terhubung dengan layanan KRL Jabodetabek.
4. KA Lokal Siliwangi
Menghubungkan Cipatat - Sukabumi, layanan ini menjadi moda aglomerasi yang mendukung aktivitas masyarakat di wilayah Sukabumi Raya hingga batas Bandung Barat.
Dengan lebih dari 12,9 juta pengguna layanan KA lokal pada periode Januari–November 2025, kereta api memiliki kontribusi nyata dalam:
1. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi;
2. Menurunkan tingkat kemacetan di koridor Bandung Raya dan Priangan;
3. Mengurangi emisi karbon dan polusi udara;
4. Meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat.
“Moda berbasis rel adalah solusi transportasi perkotaan yang efektif dan berkelanjutan. KAI terus mendorong masyarakat memanfaatkan kereta api sebagai pilihan utama,” tambah Kuswardojo.
KAI mencatat bahwa layanan aglomerasi di wilayah Daop 2 Bandung berkontribusi signifikan terhadap pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya. Dengan kapasitas angkut yang besar dan jadwal yang teratur, layanan ini berperan penting menekan kepadatan lalu lintas di jalur utama Bandung Raya dan kawasan Priangan.
“KAI terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik berbasis rel sebagai moda yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Setiap penumpang KA adalah kontribusi langsung dalam mengurangi emisi dan kemacetan,” jelas Kuswardojo.