Dalam skenario optimistis, jika arus masuk institusional berlanjut dan kondisi makro stabil, Bitcoin berpotensi kembali menguji level US$75.000 hingga US$80.000 dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, dalam skenario konservatif, tekanan dari suku bunga tinggi dan volatilitas pasar dapat menahan Bitcoin di kisaran US$60.000–US$65.000.
Calvin menegaskan bahwa investor perlu memahami karakteristik Bitcoin yang unik dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.
“Bitcoin sedang berada di fase transisi, dari aset spekulatif menjadi bagian penting dari sistem keuangan global. Volatilitas akan tetap ada, tetapi arah jangka panjangnya menunjukkan penguatan fundamental yang signifikan,” tutupnya.
Dengan demikian, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik, kebijakan moneter, serta arus dana institusional dalam menentukan strategi investasi di aset kripto.
About Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$30 juta, menyediakan lebih dari 480 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4,5 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES