Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan intervensi melalui operasi pasar murah sebagai langkah pengendalian.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Bambang menambahkan, tingginya partisipasi warga dalam kegiatan tersebut menjadi indikator bahwa program pasar murah menyasar kebutuhan riil masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran sepanjang Ramadhan. Evaluasi akan dilakukan apabila ditemukan lonjakan signifikan pada komoditas tertentu.
Kami akan melihat dinamika harga di lapangan. Jika memang diperlukan langkah tambahan, tentu akan kita evaluasi dan tindak lanjuti,”